Tampilkan postingan dengan label Tips Seputar Dunia Kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Seputar Dunia Kerja. Tampilkan semua postingan

Tips Menghadapi Psikotest (Phsicology Test)

Phsicology Test/Tes Psikologi sebagai bagian dalam tahapan penerimaan calon pegawai. Keunikan dari tes ini adalah pada “ketidakpastiannya”. Mengapa? Karena faktor ini dapat memutarbalikan perhitungan logis potensi seseorang. Sebagai contoh, seseorang lulusan perguruan tinggi terbaik di negeri ini dengan IPK : 3 tidak dapat lolos dari lobang jarum ujian psikotes sehingga akhirnya harus berwirausaha karena belum pernah mampu melewati psikotes untuk diterima bekerja di sebuah perusahaan. Memang ini ironi, namun ini fakta. Psikotes memang merupakan fenomena tersendiri bagi para pelamar kerja.

1. Tes Logika Aritmatika.

Tes ini terdiri atas deret angka. Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan analisa anda dalam memahami pola-pola/kecenderungan tertentu (dalam wujud deret angka) untuk kemudian memprediksikan hal-hal lain berdasarkan pola tersebut.

Tipsnya:

* jangan terpaku pada deret hitung atau deret ukur perhitungan matematika saja yaitu jangan terpaku pada 3 -4 angka terdepan dalam deret namun adakalanya anda melihat deret secara keseluruhan karena pola bisa berupa urutan, pengelompokan berurutan maupun pengelompokan loncat.
* Ingat keterbatasan waktu. Jangan terlalu asyik dan terpaku hanya pada sebuah soal yang penasaran ingin anda pecahkan, lompati ke soal berikutnya karena terkadang soal di bawahnya lebih mudah dipecahkan dibandingkan soal sebelumnya.

Contoh:

- 16 8 4 2 1 1/2 … …
- 45 15 18 6 9 3 … …

2. Tes Logika Penalaran.

Tes ini terdiri atas deret gambar baik 2 maupun 3 dimensi. Yang ingin diukur dalam tes ini adalah kemapuan anda dalam memahami pola-pola/kecenderungan tertentu (dalam wujud gambar) untuk kemudian melakukan prediksi berdasarkan pola anda tersebut:

Tipsnya: konsetrasi, hati-hati dan teliti. Karena bentuk-bentuk yang ditawarkan hampir serupa walau tak sama.

3. Analog Verbal Test.

Tes ini terdiri atas 40 soal yang berisi sinonim/antonim/analog suatu kata. Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan logika anda terhadap sebuah kondisi, untuk melihat sejauh mana anda memahami sebab-akibat suatu permasalahan.

Tipsnya: Apabila anda bermasalah dengan konsentrasi dan logika, anda bisa mem-bypass-nya dengan menghafal soal dan jawaban. Karena beberapa kali penulis menghadapi tes in, soal yang diberikan relatif sama.

Contoh:

- wanita : kebaya = pria :
- a. sepatu b. baju c. topi d. jas

- kubus : pyramid = empat persegi :
- a. peti b. mesir c. pentagon d. segitiga

4. Kraeplien/Pauli.

Tes ini terdiri atas gugusan angka-angka yang tersusun secara membujur (atas-bawah) dalam bentuk lajur-lajur. Calon pegawai diminta untuk menjumlahkan dua angka yang berdekatan dalam waktu tertentu di setiap kolom dan menuliskan disampingnya. Yang diukur dalam tes ini adalah konsistensi, ketahanan, sikap terhadap tekanan, kemampuan daya penyesuaian diri, ketelitian sekaligus kecepatan dalam mengerjakan suatu pekerjaan.

Tipsnya :

* Jangan sekalipun menggunakan pensil mekanis dalam tes ini selainkan pensil biasa atau pulpen saja, karena tes ini sangat terikat dengan waktu. Pensil mekanis membutuhkan di-reload ketika ujung granitnya habis, mekanisme ini membutuhkan waktu sekitar 0.5-1 detik. Apabila anda melakukan reload dalam 10 lajur berarti anda telah kehilangan waktu 5-10 detik.

* Usahakan jumlah angka yang dijumlahkan di masing-masing kolom stabil. Hasilnya akan lebih baik jika dibandingkan anda memaksakan diri di awal tes namun tergopoh-gopoh di pertengahan dan akhir tes. Kendalikan diri anda untuk menghemat tenaga.

* Jangan sekalipun melakukan cheating terhadap waktu maupun hasil penjumlahan. Hal ini akan merugikan anda sendiri karena justru untuk cheating anda akan membutuhkan waktu sekian detik untuk memutuskan dan itu berarti justru membuang waktu dan memubuat grafik penjumlahan anda tidak alami.

* Hal yang paling penting dari keseluruhan tes kraeplein adalah konsentrasi. Terkadang anda akan merasa blank padapertengahan tes, namun anda harus bisa bangkit & fokus lagi pada tes. Untuk itu kondisi fisik sangat berpengaruh. Usahakan tidak begadang dan sarapan dahulu sebelum berangkat tes karena model tes ini sangat menyedot energi anda.

5. Wartegg Test.

Tes ini terdiri atas 8 kotak yang berisi bentukan-bentukan tertentu seperti titik, garis kurva, 3 garis sejajar, kotak, dua garis saling memotong, dua garis terpisah, tujuh buah titik tersusun melengkung dan garis melengkung. Anda akan diminta menggambar kemudian menuliskan urutan gambar yang telah anda buat, lalu menuliskan nomor gambar mana paling disukai, tidak disukai, sulit dan mudah menurut anda. Yang diukur dalam tes ini adalah emosi, imajinasi, intelektual dan aktifitas subjek.

Tipsnya adalah:

* Urutan menggambar sebaiknya anda buat kombinasi antara sesuai nomor dan acak. Misalnya 1,2,3,4 kemudian 8,7,6,5. Karena apabila anda menggambar berdasarkan urutan 1,2,3,4,5,6,7,8 anda dipandang HRD sebagai orang yang kaku/konservatif sedangkan apabila anda menggambar secara acak misalnya 5,7,6,8,3,2,4,1 anda akan dipandang HRD sebagai orang yang terlalu kreatif, inovatif dan cenderung suka akan 'breaking the law'.

* Kalau anda bergender lelaki jangan mulai dengan nomor 5, karena beberapa anggapan menyebutkan hal ini berpengaruh terhadap orientasi seks anda. Berikut ini adalah salah satu contoh pengerjaan yang pernah digunakan penulis untuk melewati tahap psikotes ini:

6. Draw A Man Test (DAM).

Tes ini mengharuskan anda untuk menggambar sesorang, unuk kemudian anda deskripsikan usia, jenis kelamin dan aktifitas orang tersebut. Tes ini dipergunakan untuk mengatahui tanggung jawab, kepercayaan diri, kestabilan dan ketahanan kerja.

Tipsnya:

* Gambarlah orang tersebut secara utuh mulai dari ujung kepala sampai ke ujung kaki, termasuk detil muka seperti mata, hidung, mulut dan telinga.dan Gambarlah orang tersebut dalam keadaan sedang melakukan aktifitas, misalnya eksekutif muda sedang menenteng koper dsb.

7. Army Alpha Intelegence Test.

Tes ini terdiri atas 12 soal yang berisi kombinasi deretan angka dan deretan bentuk. Soal satu soal kadang terkait dengan soal sebelumya. Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan daya tangkap Anda dalam menerima dan melaksanakan instruksi dengan cepat dan tepat.

Tipsnya : konsentrasilah kepada apa yang dikatakan narator, karena narator tidak akan mengulang instruksi tersebut dan waktu yang diberikan sangat terbatas. Sabar, jangan terburu menjawab, sebelum narator selesai memberikan instruksi.

8. Menggambar Pohon.

Tes ini terdiri atas tugas untuk menggambar pohon dengan kriteria : berkambium (dicotyl), bercabang dan berbuah. Sehingga tidak diperbolehkan kepada anda menggambar pohon jenis bambu, pisang, semak belukar ataupun jenis tanaman monocotyl lainnya.

Tipsnya :

* Pada setiap tes menggambar pohon yang pernah dilalui, penulis selalu menggambar pohon nangka. Karena pohon tersebut mewakili jenis tanaman dicotyl / berkambium.

* Walaupun anda tidak begitu pandai dalam hal menggambar, usahakan menggambar secara detil dan rinci setiap komponen dari pohon tersebut seperti tangkai, bentuk daun, kerapatan daun, buah, akar bahkan alur pohon.

* Untuk hasil yang lebih maksimal, fotolah pohon tersebut, pelajari karakter jenis pohonnya, kemudian latihlah kemampuan menggambar anda dengan mengacu pada foto tersebut.

9. Edwards Personal Preference Schedule (EPPS).

Tes ini terdiri atas pilihan-pilhan jawaban yang paling mencerminkan diri anda. Tes ini dipergunakan untuk mengetahui seberapa besar motivasi, kebutuhan dan motif seseorang.

Tipsnya:

* Jawablah setiap pertanyaan dengan jujur sesuai dengan kondisi anda, setidaknya yang paling mendekati, karena pertanyaan akan berulang di nomor-nomor berikutnya, sehingga apabila jawaban anda tidak sinkron, hal ini akan merugikan Anda. Kejujuran anda terkait dengan cerminan kesesuaian diri anda terhadap lowongan pekerjaan yang anda lamar.

* Secara keseluruhan, tes EPPS ini memang paling sulit untuk di-adjustment (diakali), namun setidaknya ada beberapa pertanyaan yang bisa di-adjustment untuk disesuaikan dengan lowongan pekerjaan yang anda pilihan. Misalnya ketika anda melamar menjadi pegawai Bank, pilihlah jawaban-jawaban yang mencerminkan kejujuran, keteraturan, kedisiplinan dan mampu bekerja dalam teamwork.

Contoh Soalnya:

- A. Saya suka memuji orang yang saya kagumi
- B. Saya ingin merasa bebas untuk melakukan apa saja yang saya kehendaki

- A. Saya merasa bahwa dalam banyak hal saya kalah dibandingkan orang lain
- B. Saya suka mengelakkan tanggung jawab dan kewajiban-kewajiban

10. Learning By Doing.

Pengalaman memang guru yang paling baik. Lakukan perbaikan-perbaikan secara continue baik terhadap diri anda maupun terhadap kemampuan anda, di setiap psikotes yang anda hadapi. Misalnya seperti : melatih diri terhadap kesalahan/kesulitan yang dihadapi pada psikotes sebelumnya, membaca kembali materi psikotes secara keseluruhan semalam sebelum menghadapi psikotes (refreshment) dan mempersiapkan fisik sebaik-baiknya karena pada dasarnya psikotes akan selalu Anda kerjakan dalam keadaan tegang dan tekanan.

Cara Membuat Tanda Tangan Digital

Ingin membuat sebuah tanda tangan digital supaya website anda terlihat lebih profesional. Ada sebuah webservice bagus untuk itu. Cara menggunakanya sangat mudah semudah membalikkan telapak tangan.

Sebenarnya bisa sih membuat pakai trik photoshop, Namun bagi yang belum experience biasanya akan kesulitan. Dan hasil tanda tangan elektronik nantinya tidak begitu memuaskan. Nah kita pakai cara termudah saja yaitu menggunakan mylivesignature.com

Setelah tiba ke website tersebut :

Coba ambil tombol untuk membuat tanda tangan tanpa digital harus mendaftar dahulu. Tapi jika ingin mendaftar dulu ya nggak apa-apa. Ini hanya untuk mempercepat artikel ini saja kok.

Apapun tombol yang anda pilih anda akan dihantarkan ke halaman Creating a new signature. Disini anda akan disuguhi 3 opsi cara lagi :

1. Using the signature creation wizard : membuat tanda tangan dengan step by step.
2. Draw a signature straight to the screen : menggunakan cara biasa yaitu langsung menggambar tanda digital di layar
3. Using a scanned image : Menscan langsung tanda tangan aslimu untuk kemudian dibuat secara elektronik atau digital.

Saran: Sebaiknya tidak menggunakan pilihan ketiga. Karena jika membuat tanda tangan elektronik itu mirip dengan asli malah nanti disalahgunakan orang. Saya sendiri memilih yang pertama. Cukup masukkan nama saja.Lalu tahap berikutnya adalah memilih font, ukuran, color, slope dan tanda tangan digital anda selesai. Tapi terserah cara mana nanti yang anda pilih.

Cara Membuat CV (Curiculum Vitae) Secara Online

Anda mau bikin CV secara online? Ada caranya….CV itu nantinya bisa disimpan dalam format PDF atau di share di Facebook. Saat mencari kerja. Kita kudu “jual diri”. Sebuah tips bagi pelamar kerja menyebutkan hal itu. Ada tambahannya yakni “jual diri secara jujur”. Maklumlah, CV memang jadi andalan baik bagi pencari kerja maupun pemberi kerja. Pencari kerja mengandalkan CV-nya untuk meyakinkan pemberi kerja, sedangkan pemberi kerja mengandalkan CV untuk mengetahui informasi singkat tentang si pencari kerja.

Bikin CV memang bukan perkara sulit. Microsoft Word bisa diandalkan untuk membuat CV. bahkan secara khusus, Microsoft menyediakan template untuk membuat CV dengan aplikasi pengolah kata di paket Office itu.

Orang yang enggak punya Word, bukan berarti tidak bisa bikin CV meskipun banyak perusahaan yang meminta CV dikirim dalam format dokumen Word, yakni DOC. Kita bisa bikin CV denga piranti lain. Adobe Photoshop atau Adobe InDesign pun bisa dipakai. Bahkan aplikasi sederhana seperti Wordpad pun bisa, Ehh, secara online juga bisa.

Salah satu web yang bisa membuat CV secara online adalah CeeVee. Alamat situs web-nya http://ceevee.com. CV bisa dibuat secara online, kita tinggal klik-klik dan ketik-ketik. Saking gampangnya, dihalaman utama situs CeeVee tertera tulisan kalau waktu yang dibutuhkan untuk sign-up cuma semenit.

Sudah begitu, di CV di CeeVee dapat diekspor jadi PDF. Sayang enggak bisa langsung jadi DOC. Tapi, tak masalah. Format PDF juga jadi format yang “halal” untuk dikirim.

Langkah-langkah membuatnya sebagai berikut:

1. Klik “Start here, it’s free

2. Masukkan e-mail dan password berikut alamat yang diinginkan. Klik “Create My Account”.

3. Klik “Upload Image”. Ketika tombol “Choose image” muncul, klik disitu. Jelajah isi hard disk untuk mencari file foto. Klik “Open”, lalu klik “Save”. Foto kitapun muncul disitu.

4. Klik “Firstname”, isikan nama depan. Jangan lupa klik “OK”. Klik “lastname”, isikan nama keluarga. Terus klik “OK”.

5. Teruslah mengisi segala informasi. Jangan lupa klik “OK” atau “Save” yah. Kalau tidak, kita harus isi ulang lagi.

6. Standarnya, CeeVee memiliki bagian “Summary”, “Skills”, “experiences”, dan “Studies”. Kita bisa tambah. Lihat menu “Section” di kanan. Ada menu drop-down, bukan? klik menu itu untuk menambah bagian baru di CV.

7. Gaya CV bisa diganti dengan mengubah bagian “Theme”. Sayang. cuma ada 3 gaya yang disediakan CeeVee.

8. Kepingan CV bisa dilihat orang? ubah “Private” jadi “Public” dengan mengklik tombol di bagian “Publish”.

9. Oh iya, CV yang sudah dibuat bisa disimpan sebagai PDF agar bisa dikirim-kirim. Tinggal klik “Save as PDF” saja. Kalau mau langsung cetak, klik “Print”.

10. CV juga bisa di-share langsung di Facebook dan Twitter

11. Kita juga bisa share CV di situs web yang kita punya. Coba deh klik “Share & Promote” yang ada dibaris menu sebelah atas. Nah, kita bakal dikasih kode-kode yang bisa menampilkan sebuah ikon. Pilihlah ikon yang disuka, lalu copy paste dibawahnya. Selipkan kode di kode situs web.

Sudah selesai….Memang cuma begitu saja cara bikin CV secara online. Semoga sukses pas cari kerja.

sumber: raasya.wordpress.com

Tips Menghadapi Pertanyaan Jebakan Saat Wawancara

Ada 8 jenis pertanyaan yang sering menjebak waktu wawancara, silahkan pelajari dan siap-siap agar anda tidak terjebak.

1. Mengapa kami harus mempekerjakan Anda?

Ini peluang Anda untuk “menjual” diri Anda. Uraikan dengan singkat dan jelas kelebihan yang Anda miliki, kualifikasi Anda dan apa yang dapat Anda sumbangkan bagi perusahaan tersebut. Hati-hati , jangan memberikan jawaban yang terlalu umum. Hampir setiap orang mengatakan mereka merupakan seorang pekerja keras dan memiliki motivasi. Berikanlah jawaban yang memperlihatkan keunikan yang Anda miliki.

2. Mengapa tertarik bekerja di perusahaan ini?

Pertanyaan ini merupakan salah satu alat bagi si pewawancara untuk mengetahui apakah Anda mempersiapkan diri anda dengan baik. Jangan pernah datang untuk sebuah wawancara pekerjaan tanpa mengetahui latar belakang perusahaan. Dengan memiliki informasi yang cukup mengenai latar belakang perusahaan tersebut maka pertanyaan di atas memberikan kesempatan kepada Anda untuk memperlihatkan inisiatif, dan menunjukkan apakah pengalaman serta kualifikasi yang Anda miliki sepadan dengan posisi yang diperlukan.

3. Apa kelemahan utama Anda?

Rahasia dalam menjawab pertanyaan di atas adalah dengan berkata jujur mengenai kelemahan Anda, tapi jangan lupa menjelaskan bagaimana Anda mengubah kelemahan tersebut menjadi kelebihan. Misalnya, bila Anda memiliki masalah dengan perusahaan terdahulu, perlihatkan langkah yang Anda ambil. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda memiliki kemampuan dalam mengenali aspek yang perlu diperbaiki dan inisiatif dalam memperbaiki diri Anda.

4. Mengapa berhenti dari perusahaan terdahulu?

Walaupun Anda berhenti dari pekerjaan terdahulu dengan cara yang tidak baik, Anda harus berhati-hati dalam memberikan jawaban. Usahakan untuk memberikan jawaban yang diplomatis. Bila Anda memberikan jawaban yang mengandung aspek negatif, kompensasikan jawaban tadi dengan jawaban yang positif. Bila anda mengeluhkan tentang pekerjaan terdahulu, maka hal ini tidak memberi poin apa-apa buat Anda.

5. Bagaimana Anda mengatasi masalah?

Tidak mudah memberikan jawaban bila Anda mendapatkan pertanyaan seperti di atas, terutama bila Anda baru lulus dan tidak memiliki pengalaman kerja. Pewawancara ingin melihat apakah Anda dapat berpikir kritis dan mengembangkan solusi tanpa melihat jenis permasalahan yang Anda hadapi, bahkan walaupun Anda tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Gambarkan langkah-langkah yang Anda lakukan dalam memprioritaskan pekerjaan. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda bertanggungjawab dan tetap dapat berpikir jernih walaupun sedang menghadapi masalah.

6. Prestasi apa yang dibanggakan?

Rahasia dari pertanyaan di atas adalah dengan menyeleksi dan memilih secara spesifik prestasi yang berhubungan dengan posisi yang sedang ditawarkan. Walaupun Anda pernah menjuarai bola basket pada waktu kuliah, tetapi ini bukan merupakan sebuah jawaban yang diharapkan. Berikan jawaban yang lebih profesional dan lebih relevan. Pikirkan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut dan kembangkan contoh yang memperlihatkan bagaimana Anda dapat memenuhi kebutuhan perusahaan.

7. Berapa gaji yang Anda harapkan?

Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang tersulit terutama bagi mereka yang tidak memiliki pengalaman kerja yang cukup.Yang perlu Anda lakukan sebelum wawancara adalah mencari tahu pasaran gaji untuk posisi yang ditawarkan agar Anda dapat memberikan jawaban atas pertanyaan ini. Beritahu pewawancara bahwa Anda terbuka untuk membicarakan mengenai kompensasi bila saatnya tiba. Bila terpaksa, berikan jawaban yang berupa kisaran angka, bukan angka tertentu.

8. Bisa ceritakan mengenai diri Anda?

Mungkin pertanyaan di atas tampaknya mudah tetapi pada kenyataannya tidaklah semudah yang Anda bayangkan. Yang pasti Anda harus menyadari bahwa pewawancara tidak tertarik untuk mengetahui apa yang Anda lakukan di akhir pekan ataupun dari daerah mana Anda berasal. Pewawancara berusaha mengetahui Anda secara profesional. Siapkan dua atau tiga poin mengenai diri Anda, baik pengalaman kerja maupun sasaran karir Anda dan tetap konsisten. Rangkum jawaban Anda dengan mengungkapkan keinginan Anda sebagai bagian dari perusahaan tersebut. Bila memiliki jawaban yang mantap maka hal ini dapat membawa Anda pada pembicaraan yang memperlihatkan kualifikasi Anda.

Tips Cara Cepat Mendapatkan Pekerjaan

Mencari pekerjaan merupakan hal susah-susah gampang. Sebagian orang membutuhkan waktu yang lama untuk memperolehnya, namun sebagian lagi tidak membutuhkan waktu lama, bahkan ada yang dengan mudah berpindah-pindah dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain. Kadang Anda pasti merasa bosan dalam masa pencarian pekerjaan tersebut. 1-2 bulan mungkin belum begitu menggangu, 3-4 bulan mungkin Anda masih bisa bersabar, namun 5-7 bulan anda masih belum juga mendapat pekerjaan atau panggilan tes sekalipun, Anda harus segera merubah total strategi Anda dalam mencari pekerjaan. Untuk itu, berikut ini Tips agar Anda cepat mendapatkan pekerjaan:

1. Cari Informasi Sebanyak Mungkin Mengenai Bidang Pekerjaan Yang Menarik Bagi Anda

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah berburu informasi lowongan pekerjaan. Karena informasi lowongan pekerjaan tidak akan datang pada Anda dengan sendirinya. Gunakan semua sumberdaya media yang ada misalnya : 1) Surat Kabar. Surat kabar merupakan media terpopuler dalam hal menyediakan informasi pekerjaan. Supaya Anda tidak ketinggalan, cobalah untuk berlangganan Surat Kabar atau untuk lebih menghemat berlanggananlah surat kabar khusus untuk hari sabtu dan minggu, yang mana lebih banyak memuat iklan lowongan kerja dibanding hari-hari yang lain, 2) Internet. Anda dapat melakukan browsing di internet, bergabung dengan situs-situs pencari kerja seperi www.karir.com atau www.jobsdb.com, maupun melengkapinya dengan menjual diri melalui pembuatan blog pribadi Anda (sehingga memungkinkan Anda dapat dikenal pula oleh para penyedia lowongan kerja), 3) Kampus. Sering-seringlah Anda berkunjung ke Kampus Anda, karena tidak jarang perusahaan-perusahaan menempelkan publikasi penerimaan pegawai di sana.

2. Mencari Kesempatan Kerja Yang Sesuai Dengan Target

Ada begitu banyak informasi lowongan pekerjaan, pililah lowongan yang kira-kira sesuai dengan kemampuan dan kualifikasi Anda, agar kesempatan untuk dipanggil test menjadi lebih besar, pilihlah lowongan dengan kebutuhan karyawan tahap pemula (entry level) atau fresh graduate. Biasanya lowongan semacam ini menerima pelamar dengan pengalaman kerja yang minim atau bahkan belum berpengalaman.

3. Manfaatkan Kesempatan Bertemu Muka Dengan Orang-Orang Yang Sedang Mencari Karyawan

Gunakan kesempatan yang datang kepada Anda. Apabila mendengar lowongan yang sedang dibuka pada perusahaan temapt seorang teman bekerja, jangan ragu meminta bantuannya untuk dipertemukan dengan pihak perusahaan tersebut. Hal ini akan membukan jaringan kerja Anda. Selain itu usahakan dapat bertemu muka dengan orang-orang yang bekerja pada bidang yang Anda inginkan tersebut. Siapa tahu pada tahap selanjutnya, Anda harus diwawancara oleh mereka tentang bidang pekerjaan spesifik.

4. Temui Alumni Yang Bekerja Pada Bidang Yang Anda Inginkan

Ada begitu banyak informasi mengenai lowongan pekerjaan maupun tentang bagaimana pekerjaan yang akan geluti nantinyadari para kakak kelas Anda saat kuliah. Siapa tahu ada seseorang yang telah mendapatkan pekerjaan yang selama ini Anda inginkan. Karena itu jangan ragu untuk datang dan bergabung dengan acara para alumni .

5. Gunakan Koneksi Keluarga

Kalau Anda biasanya malas datang ke acara-acara keluarga kini rajin-rajinlah datang. Siapa tahu, di perusahaan tempat sepupu atau saudara yang lain bekerja, ada lowongan yang sedang dibuka namun tidak diumumkan secara terbuka kepada publik.

6. Gunakan Relasi Komunitas

Kalau Anda memiliki hobi dalam hal tertentu, ada baiknya Anda justru semakin aktif dalam komunitas tersebut, jangan malah menutup diri. Misalnya, komunitas sepeda, komunitas fotografi, komunitas futsal dsb. Karena dalam komunitas tersebut, Anda akan bertemu dengan banyak orang dari berbagai ragam latar belakang pekerjaan. Di sana Anda bisa menciptakan jaringan kerja, jaringan bisnis dan memperoleh informasi yang mungkin tidak dipublikasi secara terbuka oleh perusahaan mereka. Ingat pernyataan jargon bahwa, “Banyak permasalahan bisnis diselesaikan di lapangan golf”

7. Pelajari Persiapan Berburu Pekerjaan

Anda perlu mempelajari segala hal yang terkait dengan mencari pekerjaan, mulai dari membuat surat Lamaran yang baik, Resume yang profesional, Materi Ujian Penerimaan Pegawai, Busana Wawancara, Tata Cara Wawancara Kerja dsb, mengingat hal ini tidak diajarkan sama sekali di bangku perkuliahan. Karena berdasarkan pengalaman, akan sangat rugi dan disesalkan, apabila Anda membuang kesempatan menjalani testing hanya karena ketidaksiapan dan kesalahan kecil Anda.

8. Evaluasi

Biasakan untuk selalu melakukan evaluasi setelah proses testing/wawancara Anda lakukan. Berpikirlah seakan-akan Anda belum waktunya diterima bekerja di perusahaan tempat Anda baru saja melakukan testing/wawancara kerja tersebut.Perdalam kembali hal-hal yang menurut Anda, Anda mengalami kesulitan, misalnya ketika psikotes atau keitka focus group discussion. Interospeksi diri, terus berlatih dan mencari referensi baik melalui buku, internet ataupun bertanya kepada teman. Sehingga secara kualitas, Anda dapat terus meningkat dan semakin siap untuk bersaing dari testing ke testing yang lain (learning by doing). Karena pengalaman adalah guru yang paling berguna.


Beberapa Kemungkinan Mengapa Surat Lamaran Anda Tidak Dibalas

Tentunya, pertama-tama anda harus melamar pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan minat anda sendiri, yang harus dicerminkan dalam surat anda. Kemudian, kita perlu memahami bagaimana suatu perusahaan menyeleksi surat lamaran yang diterimanya.

Bagi perusahaan, surat lamaran dapat dianggap sebagai saringan pertama bagi calon karyawannya. Biasanya, yang ingin diketahui pertama-tama adalah apakah persyaratan mutlak yang biasanya tercantum dalam iklan terpenuhi atau tidak.

Persyaratan mutlak itu meliputi misalnya, pendidikan terendah, jumlah pengalaman kerja, dan juga apakah pengalaman itu relevan dengan pekerjaan yang ditawarkan. Tentu saja kesan pertama penting sekali.

Surat yang lipatannya kurang rapi, salah tulis atau ketik menimbulkan kesan kurang baik. Bila surat lamaran anda lengkap, dilampiri keterangan-keterangan sesuai persyaratan, maka kesan pribadi yang tampil dari surat lamaran anda akan menentukan apakah anda akan diundang untuk wawancara atau tidak. Surat yang mencerminkan penulis yang berkepribadian menarik akan mendapatkan lebih banyak perhatian.

Tampilkanlah diri anda secara wajar, jujur dan profesional. Sebutkanlah lowongan yang dilamar secara jelas. Ceritakanlah secara ringkas apa yang mendorong anda untuk melamar pekerjaan itu dan bagaimana anda secara pribadi merasa akan dapat berkembang dan juga berkontribusi kepada perusahaan itu.

Janganlah membuat surat yang terlalu panjang. Satu lembar sudah cukup. Sertakan lampiran berupa riwayat pekerjaan, pendidikan, salinan ijazah dan hal-hal lain yang diminta.

Tips Menjawab Pertanyaan Tersulit Dalam Wawancara Pekerjaan

Sudah bukan rahasia lagi kalau interview atau wawancara pekerjaan merupakan hal paling kritikal untuk mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan. Karena itu, tentu Anda tahu bahwa Anda harus mempersiapkan diri Anda seprima mungkin, baik fisik dan mental. Ketok kali ini akan memberi Anda tips untuk menghadapi delapan belas pertanyaan yang paling umum dan tersulit dalam sebuah wawancara pekerjaan.

1. Beritahukan kami tentang diri Anda?

Biasanya ini merupakan pertanyaan pembuka, karena itu jangan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menjawabnya. Berikan jawaban yang menjawab empat subjek: tahun-tahun terakhir, pendidikan, sejarah kerja, dan pengalaman karir terakhir.

2. Apa yang Anda ketahui tentang kami?

Ketika pertanyaan ini dikeluarkan, anda diharapkan mampu mendiskusikan produk atau pelayanan, pendapatan, reputasi, pandangan masyarakat, trget, permasalahan, gaya managemen, orang-orang di dalamnya, sejarah, dan filosofi perusahaan. Berikan jawaban yang memberitahu pewawancara bahwa Anda meluangkan waktu mencari tahu tentang perusahaan tersebut, namun jangan beraksi seperti Anda tahu segalanya tentang perusahaan tersebut, tunjukan keinginan mempelajari lebih banyak tentang perusahaan tersebut, dan jangan memberikan jawaban negatif seperti "Saya tahu perusahaan anda mengalami problema-problema, itu alasan saya disini". Tekankan keunggulan perusahaan dan minat Anda terhadap hal tersebut.

3. Apa yang dapat Anda berikan pada kami (yang orang lain tidak bisa beri)?

Sebutkan prestasi-prestasi dan jenjang karir yang Anda telah capai. Sebutkan kemampuan dan hal-hal yang menarik perhatian Anda, gabungkan dengan sejarah Anda mencapai hal-hal itu. Sebutkan kemampuan Anda menentukan prioritas, mengidentifikasi masalah, dan

4. Apa yang paling menarik menurut Anda dari pekerjaan ini? Dan apa yang paling tidak menarik?

Sebutkan tiga sampai empat faktor menarik dari pekerjaan yang anda hendak ambil dan satu hal kecil sebagai faktor yang kurang menarik.

5. Mengapa kami harus merekrut Anda?

Pertanyaan ini saam seperti pertanyaan nomor empat, sebutkan saja kemampuan-kemampuan Anda yang mampu mendukung perusahaan tersebut.

6. Apa yang Anda cari di dalam sebuah pekerjaan?

Berikan jawaban yang berkisar pada oportunitas di dalam organisasi. Beritahukan pewawancara kalau Anda ingin memberikan kontribusi dan dikenali. Hindari jawaban yang mempersoalkan kestabilan keuangan pribadi.

7. Menurut Anda, apa definisi dari posisi yang Anda inginkan?

Berikan jawaban yang singkat dan berkisar tentang tugas dan kewajiban. Pastikan Anda mengerti posisi tersebut sebelum Anda hendak menjawab.

8. Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk memberikan kontribusi berarti bagi kami?

Beri jawaban yang realistik. Beritahukan pewawancara bahwa walaupun Anda akan berusaha mengatasi segala harapan dan tantangan dari hari pertama, Anda membutuhkan sekitar enam bulan untuk benar-benar mengerti organisasi perusahaan dan kebutuhannya.

9. Berapa lama Anda akan bersama kami?

Beritahukan pewawancara bahwa Anda tertarik berkarir bersama perusahaan tersebut namun Anda ingin tetap tertantang untuk mencapai target bersama.

10. Dari resume Anda, kami rasa Anda terlalu berpengalaman untuk posisi ini. Bagaimana pendapat Anda?

Ini pertanyaan jebakan. Anda diharapkan untuk tetap rendah hati namun percaya diri dengan kemampuan Anda. Cara terbaik menanganinya adalah menjawab bahwa Anda butuh mengenal perusahaan lebih jauh sebelum dapat dengan efisien bekerja di tingkat yang lebih tinggi.

11. Kenapa Anda meninggalkan pekerjaan Anda yang sebelumnya?

Anda sebaiknya menjawab pertanyaan ini dengan jujur namun singkat dan jelas termasuk jika hal tersebut karena Anda dipecat. Namun yang perlu diperhatikan, Anda sebaiknya jangan menyebutkan konflik pribadi. Perlu Anda perhitungkan bahwa pewawancara mungkin akan bertanya banyak soal masalah ini, jangan sampai Anda terbawa emosi.

12. Apa yang Anda rasakan ketika harus meninggalkan pekerjaan Anda?

Beritahu pewawancara bahwa Anda merasa khawatir namun jangan terkesan panik. Katakan bahwa Anda siap menerima segala resiko demi mendapatkan pekerjaan yang cocok untuk Anda. Jangan menunjukan bahwa Anda lebih mementingkan kestabilan keuangan.

13. Pada pekerjaan Anda sebelumnya, apa yang berkenan dengan Anda? Dan apa yang tidak berkenan?

Berhati-hatilah dalam menjawab pertanyaan ini dan kemukakan hal-hal positif. Deskripsikan lebih banyak hal yang Anda sukai daripada yang Anda tidak sukai. Jangan menyebutkan masalah pribadi. Jika Anda membuat pekerjaan sebelumnya terkesan buruk, pewawancara akan bertanya-tanya mengapa Anda berada disana. Hal ini jelas mengurangi profesionalisme Anda.

14. Apa pendapat Anda tentang bos Anda sebelumnya?

Ini juga pertanyaan yang harus Anda jawab dengan hati-hati. Sebisa mungkin jawablah pertanyaan ini dengan positif karena calon bos Anda akan merasa Anda akan membicarakan hal-hal buruk tentang dia seperti apa yang telah Anda lakukan terhadap bos yang terdahulu.

15. Mengapa Anda tidak mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di usia Anda?

Lagi-lagi ini bisa menjadi pertanyaan jebakan. Beritahukan pewawancara bahwa inilah alasan Anda mencari lowongan pekerjaan di perusahaan tersebut. Jangan bersikap defensif.

16. Berapa gaji yang Anda minta?

Ini pertanyaan yang mengiurkan, namun pastikan Anda menyebutkan angka kisaran yang Anda yakin merupakan gaji yang pantas atau bertanya pada pewawancara berapa kisaran pada pekerjaan sejenis. Jika Anda diberi pertanyaan ini dari awal wawancara, sebaiknya Anda mengelaknya dengan mengatakan Anda ingin tahu seberapa banyak tanggung jawab yang akan Anda pegang di perusahaan tersebut. Tekankan bahwa Anda lebih mementingkan pekerjaannya namun jangan menjual standar Anda.

17. Apa target jangka panjang Anda?

Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda lagi-lagi diharuskan meneliti perusahaan tersebut dan mengetahui rencana dan/atau target mereka lalu memberikan jawaban yang singkron dengan milik perusahaan.

18. Seberapa sukses yang Anda rasa telah capai?

Berikan jawaban yang positif dan percaya diri, namun jangan memberikan jawaban yang berlebih. Jangan membuat pewawancara merasa Anda seorang yang suka membesar-besarkan sesuatu.

Tips Sukses Dalam Karir

Berikut beberapa tips menentukan tujuan yang membantu Anda mencapai sukses dalam karir juga aspek lain dalam kehidupan:

• Yakinlah tujuan dapat tercapai

Tujuan yang efektif dan realistis pastilah lebih mudah dicapai meskipun mungkin diperlukan suatu trik untuk meyakinkan bahwa tujuan tersebut dapat dicapai. Yakinlah anda merasa tertantang sehingga tujuan dapat membawa ke tingkat berikutnya. Jika anda menentukan tujuan yang terlalu tinggi dan berharap sempurna, anda pun harus memperiapkan diri sendiri menerima kegagalan.

• Buat tujuan bersifat pribadi

Tujuan sebaiknya menjadi milik Anda bukan milik orang lain bahkan ketika tujuan muncul dalam dunia karir. Petunjuk ketika memikirkan tujuan seharusnya seperti “Saya ingin…,” bukan “saya harus…,” atau “saya perlu….” Penting juga untuk membuang rasa pesimis atau perasaan negatif ketika mulai menentukan tujuan. Ini artinya jangan membuat tujuan yang tidak ingin dilakukan.

• Mengawasi tujuan

Buatlah susunan tujuan untuk memudahkan menjalankan dan mengerjakannya dengan serius tiap hari. Tujuan tersebut perlu juga diawasi. Anda tidak selalu dapat mengawasi apa yang atasan atau rekan pikirkan tentang anda, tetapi anda dapat mengawasi betapa kerasnya anda bekerja, dan sikap terhadap rekan kerja misalnya.

• Memiliki suatu rencana

Memiliki rencana spesifik mengenai bagaimana menjalankan tujuan, itu artinya anda hampir dekat untuk mendapatkanya. Tulislah tujuan dan pelajari setiap kemajuan dan catat setiap implementasi tujuan sekecil apapun. Segera anda akan dapat mengukur kemajuan, ini memudahkan menentukan tujuan karir yang dapat membantu memajukan diri sendiri atau proyek yang tengah dikerjakan.

• Tentukan batas waktu

Jangan lupa untuk membuat batas waktu dalam setiap tujuan yang anda implementasikan. Jika anda tidak membuat batas waktu, anda tidak akan pernah mendapatkan diri anda dalam usaha mencapai tujuan tersebut. Tanpa batas waktu, suatu tujuan hanya menjadi angan-angan, dan anda akan berkahir dengan perasan frutasi.


10 Tips Super Efektif Dalam Menghadapi Interview

Agar wawancara kerja dapat berjalan dengan efektif, maka Anda perlu mempersiapkan segalanya dengan tepat dan sempurna - paling tidak mendekati. Persiapkanlah segala aspek yang mungkin terjadi dalam wawancara kerja tersebut, sehingga apabila Anda berhadapan dengan permasalahan tersebut, Anda sudah dapat menguasai dan bahkan mengendalikannya. Berikut ini 10 Tips super efektif dalam menghadapi wawancara kerja:

1. Siapkan Interview Kit

Orang-orang dalam jajaran manajemen tak akan punya banyak waktu untuk mewawancarai Anda. Untuk itu, bertindak proaktif pasti akan sangat membantu mencegah terjadinya kemacetan komunikasi, siapkan sebuah berkas yang disebut Interview Kit. Simpan dokumen penting seperti CV terbaru, ijazah pendidikan, sertifikasi bidang keahlian dan training, sertifikat penghargaan yang Anda miliki serta dokumen resmi lainnya.

Jangan lupa juga beberapa lembar fotokopinya. Selain itu jika Anda punya hasil karya atau bukti karya yang pernah Anda capai, sertakanlah juga. Interview Kit sangat berguna memberikan gambaran visual diri Anda. Untuk Anda yang memiliki keahlian dalam bidang kreatif, jangan lupa siapkan portofolio, misalnya bidang fotografi, desain grafis atau periklanan.

2. Buat Daftar Kemahiran Anda

Ini akan membantu Anda menjawab pertanyaan yang menyangkut kelebihan diri sendiri. Misalnya pengatahuan penggunaan internet, kursus intensif komputer, diploma perpajakan atau sertifikasi internasional yang Anda miliki.

3. Buat Strategi "60 detik"

Berlatihlan menjawab pertanyaan yang diajukan kurang dari 1 menit. Strategi ini cocok untuk menjawab pertanyaan seperti: "Ceritakan tentang diri Anda?" Gunakan strategi ini untuk membuat kesimpulan jawaban. Juga untuk mengakhiri wawancara

4.Berlatih Memberikan Jawaban

Berlatih Memberikan Jawaban Singkat dan Jelas untuk pertanyaan kunci, yakni pertanyaan seperti, "Mengapa Anda harus keluar dari tempat kerja lama?” atau “Apakah kelemahan Anda?" dapat Anda jawab dengan lancar jika sudah dipersiapkan terlebih dahulu.

5. Latih Penampilan Anda

Siapkan kamera video dan alat rekam untuk mendengar suara dan melihat postur tubuh saat wawancara. Minta bantuan teman untuk pura-pura berperan sebagai si pewawancara. Usahakan berbicara dengan bahasa baku, terstruktur dan jelas.

6. Beri Bermacam-Macam Contoh Kejadian Atau Pengalaman

Apa yang telah Anda lakukan mencerminkan apa yang kelak Anda lakukan. Pilihlah sebuah pengalaman yang sekiranya tidak hanya mengesankan Anda, namun juga orang lain.

7. Jabat Tangan Si Pewawancara Dengan Tegas

Pandanglah kedua matanya. Sapa namanya saat masuk dan meninggalkan ruangan. Ucapkan salam standar sepert, "Selamat Siang Bapak".

8. Dengarkan Semua Pertanyaan Dengan Seksama dan Jawablah Dengan Ringkas

Hal ini akan mengesankan Anda cakap dalam berkomunikasi maupun cepat dalam berfikir. Jika ada pertanyaan yang tidak jelas, tanyakan sekali lagi supaya Anda benar-benar yakin telah mengerti inti pertanyaan. Namun jangan sampai hal ini (bertanya), Anda lakukan berulang kali.

9. Aktif Dalam Percakapan

Ciptakan hubungan dan ajukan pertanyaan berkaitan. Misalnya saat berbicara tentang komputer, tanyakan sistem apa yang dipergunakan oleh perusahaan tersebut. Berikan beberapa alternatif pengalaman Anda mengenai sistem komputer tersebut.

10. Perlihatkan Minat dan Semangat

Ekspresi wajah yang monoton tak akan membuat si pewawancara berminat dan yakin akan kemampuan Anda. Ceritakan pengalaman yang telah Anda jalani. Lalu tunjukan bahwa Anda akan sukses melakukan pekerjaan yang baru nantinya berkat pengalaman masa lalu

Tips Mencari Kerja Di Job Fair

Apa saja tips yang diperlukan untuk mencari pekerjaan lewat job fair? Berikut tips bagaimana mencari pekerjaan lewat job fair, silahkan anda simak tips mencari pekerjaan di Job fair berikut ini

1. Fokus pada tujuan. Maksudnya usahakan supaya saat di job fair tersebut anda fokus dalam mencari pekerjaan, jangan habiskan waktu hanya untuk mengobrol dengan pelamar kerja lain atau dengan perekrut dari perusahaan tersebut, atau malah dengan SPG yang menjaga stand stand tersebut

2. Segera daftarkan diri anda. Jika ada job fair, ingat banyak saingan anda dalam acara job fair ini yang juga sedang mencari pekerjaan di event-event job fair, juga usahakan mengetahui daftar perusahaan yang ikut dalam acara job fair tersebut

3. Lakukan riset untuk mengetahui informasi dasar mengenai sebuah perusahaan, jangan sampai anda mendaftar di perusahaan tambang.

4. Jangan hanya meletakkan resume anda di meja perekrut dan berjalan pergi

5. Siapkan untuk mengiklankan diri anda yang berfokus pada kelebihan unik yang bisa anda tawarkan kepada perusahaan, Dan persiapkan juga diri anda untuk menjawab pertanyaan pertanyaan yang umum diajukan saat interview.

6. Mintalah kartu bisnis dari tiap perekrut, minta nomer hp juga boleh.

7. Hilangkan kebiasaan buruk anda saat interview, seperti memainkan rambut, mengunyah permen karet, menguap dll.

8. Ingatlah kiat-kiat sukses wawancara, seperti melakukan jabat tangan yang mantab, senyum yang hangat , kontak mata, suara yang jelas, baju yang rapi dan sopan.

9. Berpakaianlah yang rapi untuk membangun kesan bagus dan profesional

10. Jangan lupa membuat koneksi dengan antar sesama pencari kerja.

11. Jangan tanyakan tentang perihal gaji, waktu liburan, dan keuntungan lainnya.

Dan untuk tips mencari pekerjaan yang terakhir, ucapkanlah terimakasih kepada perekrut atas waktunya men-interiew anda. Berterima kasihlah atas kesempatan dan waktu yang diberikan.

Bahasa Tubuh Saat Wawancara Kerja

Membaca dan memahami bahasa tubuh sangat penting untuk membuat Anda lolos wawancara kerja. Kemampuan komunikasi non-verbal memberikan nilai tambah untuk Anda sekaligus membantu untuk memperkirakan apa yang dipikirkan si pewawancara.

1. Jabat Tangan

Jabatan tangan memperlihatkan siapa diri kita. Hati-hati dengan cara Anda berjabat tangan. Kenal istilah dead fish, bone crusher, atau wet fish? Itu adalah istilah-istilah jabat tangan yang tak bagus. Dead fish adalah tipe jabat tangan yang "malas", yaitu memberikan tangan saja, tanpa digenggam, seperti ikan mati. Sementara bone crusher, biasanya datang dari arah atas, lalu menggenggam sangat kencang seperti mau meremukkan tulang. Meskipun niatnya menunjukkan tipe orang yang tegas, namun jabat tangan ini menyakitkan dan justru menunjukkan tipe agresif. Tipe wet fish menunjukkan tipe orang yang memiliki masalah dengan kepercayaan diri.

Tiga langkah jabat tangan yang baik:

* Pastikan tangan dalam keadaan bersih, kering, dan tidak sedang memegang benda lain.
* Ketika menggenggam tangan lawan, berikan kehangatan namun pastikan ada ruang udara.
* Jabat tangan dengan profesional, sopan, genggaman kuat, dan senyum hangat.

2. Tatapan

Ketika Anda bertemu dengan si pewawancara, tatap matanya dan berpikirlah, “Wah, senang rasanya bisa bertemu dengan Anda!” Hal ini akan membantu Anda tersenyum dari dalam hati, dan ia akan mendapati sinyal tersebut dengan mood positif. Ketika kita bertemu dengan orang yang kita senangi secara otomatis pupil mata akan membesar, ini merupakan fenomena yang secara insting ditangkap manusia lain.

Selama wawancara kerja, pastikan kontak mata Anda berada dalam seputaran segitiga terbalik wajah si pewawancara. Yakni di antara titik luar alis kiri, ke hidung bagian bawah, dan titik luar alis kanan. Menatap bibir seseorang dianggap pelanggaran seksual, sementara menatap dahi seseorang dianggap merendahkan.

3. Postur Tubuh

Upayakan untuk duduk lurus, agar kepercayaan diri muncul dari sana. Jika Anda merasa rendah diri dan jenuh, coba perhatikan cara Anda duduk dan berdiri. Duduk tidak rapi atau berdiri sambil bersender bisa menekan dada dan mengurangi asupan udara ke paru-paru, yang menyebabkan kegugupan dan ketidaknyamanan.

4. Posisi Kepala

Untuk meningkatkan rasa percaya diri selama wawancara, posisikan kepala Anda tegak secara horizontal dan vertikal. Ini memberikan sinyal bahwa Anda serius dalam menggapai tujuan. Namun ketika dalam percakapan, untuk terlihat lebih bersahabat, miringkan sedikit kepala Anda untuk menunjukkan simpati.

5. Tangan dan Lengan

Tangan dan lengan memberi penilaian akan seberapa "menerimanya" kita. Jadi, upayakan tangan Anda berada di samping tubuh. Ini menunjukkan bahwa Anda bersikap terbuka dan siap menerima apapun yang datang kepada Anda.

Orang pendiam cenderung melipat dan menjauhkan lengan mereka dari badan, sementara orang yang supel cenderung menggambarkan maksud dengan gerakan tangan sambil berbicara. Upayakan gerakan tangan tak jauh dari badan Anda, supaya tak terlihat berlebihan. Jangan melipat tangan di depan dada selama wawancara, karena Anda akan terlihat defensif.

Dua arti gerakan tangan:

* Telapak tangan menghadap ke luar dan ke atas berarti orangnya terbuka dan bersahabat.
* Telapak tangan menghadap ke bawah berarti tipe orang yang dominan dan kemungkinan agresif.

6. Kaki

Tanpa disadari, kaki cenderung bergerak di luar batas normal ketika kita gugup, stress, atau sedang kebingungan. Mengatasinya? Upayakan kaki kita setenang mungkin selama wawancara. Jangan biarkan kaki Anda terlipat, karena seakan-akan hal itu menciptakan batasan antara Anda dan si pewawancara.

5 Alasan Tidak Mendapat Panggilan Interview

Bila anda sudah mengirimkan surat lamaran dan ternyata tidak mendapat panggilan, ada beberapa kemungkinan mengapa surat lamaran anda tidak direspon.

1. Tentunya, pertama-tama anda harus melamar pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan minat anda sendiri, yang harus dicerminkan dalam surat anda. Kemudian, kita perlu memahami bagaimana suatu perusahaan menyeleksi surat lamaran yang diterimanya.

2. Bagi perusahaan, surat lamaran dapat dianggap sebagai saringan pertama bagi calon karyawannya. Biasanya,yang ingin diketahui pertama-tama adalah apakah persyaratan mutlak yang biasanya tercantum dalam iklan terpenuhi atau tidak.

Persyaratan mutlak itu meliputi misalnya, pendidikan terendah, jumlah pengalaman kerja, dan juga apakah pengalaman itu relevan dengan pekerjaan yang ditawarkan. Tentu saja kesan pertama penting sekali.

3. Surat yang lipatannya kurang rapi, salah tulis atau ketik menimbulkan kesan kurang baik. Bila surat lamaran anda lengkap, dilampiri keterangan-keterangan sesuai persyaratan, maka kesan pribadi yang tampil dari surat lamaran anda akan menentukan apakah anda akan diundang untuk wawancara atau tidak. Surat yang mencerminkan penulis yang berkepribadian menarik akan mendapatkan lebih banyak perhatian.

4. Tampilkanlah diri anda secara wajar, jujur dan profesional. Sebutkanlah lowongan yang dilamar secara jelas. Ceritakanlah secara ringkas apa yang mendorong anda untuk melamar pekerjaan itu dan bagaimana anda secara pribadi merasa akan dapat berkembang dan juga berkontribusi kepada perusahaan itu.

5. Janganlah membuat surat yang terlalu panjang. Satu lembar sudah cukup. Sertakan lampiran berupa riwayat pekerjaan, pendidikan, salinan ijazah dan hal-hal lain yang diminta.

Tips Mengatasi Stress Di Tempat Kerja

1. Rencanakan dengan baik aktivitas anda. Apa, mengapa, bagaimana, kapan dan siapa yang bertanggung jawab terhadap tugas-tugas. Penting sekali untuk membuat perencanaan bukan hanya jangka panjang tapi juga jangka pendek (rencana bulanan, rencana harian).

2. Pastinya anda di masa lalu pernah mengalami masalah-masalah di tempat kerja. Coba ingat-ingat kembali adakah cara-cara yang dapat anda gunakan untuk mengatasi masalah yang anda hadapi saat ini.

3. Ikutlah membangun iklim kerja yang menyenangkan, yaitu dengan bersikap terbuka dan berkomunikasi dengan sesama rekan kerja.

4. Pastikan anda mengerti terhadap tugas dan tanggung jawab anda, serta jangan ragu untuk bertanya.

5. Lakukan beberapa kali break/istirahat untuk beberapa menit selama anda bekerja. Santai dan JANGAN MELAKUKAN APAPUN. Ambil nafas dalam-dalam.

6. Miliki sikap toleransi kepada sesama rekan kerja. Ingatlah bahwa masing-masing orang adalah pribadi yang unik. Sebagai contoh; Beberapa orang justru berprestasi lebih baik di bawah tekanan sementara sebagian yang lain membutuhkan waktu lebih banyak untuk menyelesaikan pekerjaannya.

7. Delegasikan sebagian tanggung jawab anda kepada anak buah anda.

8. Pertahankan semangat tim anda, misalnya dengan melakukan perayaan-perayaan kecil, berolahraga atau berekreasi bersama.

9. Sediakan lingkungan kerja yang baik. Minimalkan gangguan-gangguan seperti suara, ventilasi, cahaya dan suhu.

Di samping stress di tempat kerja, di kehidupan secara umum kita pun dapat mengalami stress dengan bermacam alasan lainnya.

Tips Sukses Melamar Pekerjaan

Agar bisa diperhitungkan di tempat Anda melamar pekerjaan, Anda harus bisa memberikan sesuatu yang lebih. Tak hanya daftar riwayat hidup yang mengagumkan, tetapi juga harus bisa memberikan impresi yang positif saat wawancara kerja. Berikut adalah pesan tersirat yang bisa Anda sampaikan bahkan sebelum wawancara kerja, untuk menciptakan kesan bahwa Anda adalah calon karyawan yang patut dipekerjakan.

1. Materi Yang Baik

Para pelamar kerja yang mengikuti proses aplikasi secara serius akan ditangani secara serupa oleh si pemberi kerja. Semisal, bacalah kembali materi surat lamaran Anda untuk kesalahan ketik atau kesalahan penulisan. Juga, berhati-hatilah dengan penggunaan bahasa. Hindari penggunaan kata-kata informal, atau bahasa asing bila hal tersebut tak terlalu penting.

2. Memiliki Target

Anda juga bisa mencoba untuk menghubungi si manager personalia perihal lamaran Anda. Namun, jangan lakukan hal ini jika di media yang mengiklankan lowongan tersebut tercantum bahwa Anda tak diperbolehkan menghubungi mereka. Dengan menghubungi tempat kerja tersebut dalam jangka waktu 2 minggu pengiriman, Anda bisa memastikan apakah sebaiknya Anda menunggu atau mencoba yang lain.

3. Memiliki Keahlian

Perusahaan di mana pun pastinya akan lebih senang jika mereka bisa mempekerjakan seseorang yang memiliki keahlian tinggi. Anda bisa juga mencantumkan berbagai keahlian dan sertifikat yang Anda miliki, dan berkaitan dengan pekerjaan yang Anda incar tadi. Jangan lupa, jika Anda juga tergabung dengan asosiasi tertentu, cantumkanlah. Hal ini bisa membuat Anda bernilai tambah karena memiliki koneksi ke institusi tersebut, jika sewaktu-waktu diperlukan.

4. Memberi Solusi

Di masa ekonomi seperti sekarang ini, banyak perusahaan yang mencari ragam cara untuk mengurangi pengeluaran. Jika Anda pernah memiliki kesuksesan memotong pengeluaran di perusahaan sebelumnya, terangkanlah cara Anda melakukannya di CV. Misalkan, ketika Anda melamar pekerjaan sebagai asisten administrasi. Anda bisa mencantumkan bahwa di perusahaan sebelumnya Anda pernah menegosiasikan ulang kontrak dengan pemasok alat-alat kantor, yang berakibat pada penghematan kantor tanpa perlu mengurangi kualitas dan kuantitas.

5. Gunakan Kata-Kata Yang Tepat

Untuk menunjukkan bahwa Anda adalah karyawan terbaik, pastikan bahwa lamaran Anda ditargetkan untuk posisi yang spesifik. Gunakan kata-kata yang sekiranya tepat untuk posisi yang dilamar. Buat kata-kata seakurat mungkin yang mendeskripsikan pengalaman dan kualifikasi Anda. Kebanyakan perusahaan menggunakan program peranti lunak yang memindai kata-kata spesifik untuk kata-kata yang tepat dan spesifik yang berhubungan dengan posisi tertentu. Jadi, meskipun Anda cukup qualified untuk posisi tertentu, namun jika tidak menggunakan terminologi yang dicari, maka lamaran pekerjaan Anda mungkin tak akan dilihat.

Mengirimkan "pesan" tersirat kepada perusahaan yang Anda incar tak berarti menggaransikan bahwa Anda akan mendapatkan pekerjaannya. Namun, bisa meningkatkan peluang dipanggil untuk wawancara kerja. Nah, dari sana, Anda bisa memberikan kesan terbaik Anda.


10 Hal Yang Harus Di Hindari Dalam Wawancara

Umumnya, anda menghadapi situasi dimana anda harus bersaing dengan banyak pelamar. Situasi semacam ini tentu menuntut anda untuk menawarkan expected dan extra.Bagaimana caranya? Sebagai tambahan atau penegasan dari yang sudah anda ketahui, di bawah ini ada sejumlah "jangan" yang perlu anda hindari atau beberapa hal yang perlu anda lakukan:

1. Jangan terlalu "pede" diterima sehingga anda meremehkan persyaratan, baik tertulis atau yang tidak tertulis. Lebih-lebih ada kesan bahwa anda minta dispesialkan karena punya orang dalam. Sikap anda jangan mengundang datangnya hal-hal buruk.

2. Jangan juga terlalu pesimis sehingga anda sudah tidah lagi menunjukkan harapan dan gairah. Yang pede dan optimis saja belum tentu diterima, apalagi yang sudah pesimis. Secara naluri universal, tidak ada perusahaan yang tertarik untuk merekrut orang pesimis.

3. Jangan terlalu banyak bertanya. Lebih-lebih pertanyaan itu mengundang penafsiran yang berbeda. Misalnya anda bertanya, apakah keuangan perusahaan ini atau masa depan perusahaan ini sehat atau tidak. Bagi sebagian orang, ini bisa dianggap menyinggung. Kalau anda ingin tahu, carilah informasi dari mantan karyawan, laporan media, atau internet. Bisa juga dengan melakukan pengamatan.

4. Jangan juga tidak bertanya sama sekali sehingga interview itu berjalan tanpa kesan. Idealnya, sebelum interview, siapkan maksimal tiga sampai lima pertanyaan yang terkait dengan pekerjaan (bukan perusahaan).

5. Hindari mematok harapan yang tidak rasional, terutama yang terkait dengan gaji atau fasilitas. Ukur dulu kemampuan, lalu simpulkan berapa layaknya, kemudian sempurnakan dengan mencari perbandingan di luar. Kalau bisa, cari informasi tentang kebijakan yang berlaku di perusahaan itu.

6. Hindari mengeluarkan pernyataan yang melemahkan atau menegatifkan posisi tawar, misalnya: saya tidak mau, saya tidak bisa, saya bisa tetapi, dan lain-lain. Gunakan ungkapan yang memperkuat posisi tawar, yang menunjukkan bahwa anda memang sudah siap secara lahir dan batin.

7. Hindari berpakaian atau mengenakan perhiasan dan aksesoris yang berlebihan atau tidak sesuai dengan ukuran umum untuk posisi yang ingin anda masuki. Banyak perusahaan yang tidak suka merekrut orang yang gaya hidupnya terlalu tinggi untuk posisi yang dilamarnya atau juga terlalu rendah (tidak sesuai). Artinya, sesuaikan dengan posisi yang ingin anda masuki dan juga dengan kultur perusahaan.

8. Hindari menceritakan masalah pribadi, apalagi terkesan ingin menjual masalah pribadi untuk mendapatkan simpati dan belas kasihan. Kalau ditanya, jawablah secukupnya saja.

9. Hindari menceritakan kejelekan perusahaan, atasan, atau lingkungan kerja yang lama. Supaya tidak terpeleset atau terpancing, siapkan jawaban atau penjelasan yang netral jauh-jauh hari. Apa yang kira-kira akan anda katakan kalau interviewer menanyakan kenapa anda keluar dari perusahaan yang dulu? Temukan jawaban yang tidak mengundang tanda tanya. Tentu saja anda perlu menghindari jawaban yang manipulatif.

Misalnya anda mengatakan perusahaan itu sudah bangkrut atau pemilikinya meninggal dunia padahal masih beroperasi. Intinya, kreatiflah dalam menciptakan penjelasan, namun janganlah manipulatif.

10. Hindari menunjukkan kekurang-dewasaan dalam ucapan, sikap dan tindakan. Misalnya saja ketawa tidak pada tempatnya ketika ditanya atau bertanya tentang hal-hal kecil yang mestinya tidak perlu ditanyakan.

Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan Saat Wawancara /Interview II

1. Ceritakan tentang diri anda

Ini pertanyaan yang PALING SERING ditanyakan saat interview dan paling sering dijawab dengan salah. Jawablah dengan jawaban seputar your strengths and weaknesses point. Ceritakan juga tentang kelebihan dan kelemahan anda tapi dengan kemasan yang baik.

Contohnya:
Saya orang yang optimis, pekerja keras, kreatif, dan punya inisiatif tinggi. Saya mampu bekerja secara independent maupun bekerja sama dalam tim. Kadangkala saya suka lupa akan hal-hal kecil, tapi untuk menutupi kelemahan saya itu, saya selalu menyiapkan notepad kecil untuk mencatat segala hal agar tidak lupa. (ini kelemahan yg dikemas dengan baik).

2. Kenapa anda berhenti dari pekerjaan anda sebelumnya?

Jawab dengan positif. Jangan menjelek-jelekan perusahaan anda sebelumnya, apalagi ngomongin kejelekan bos/supervisor/temen kantor. Jawab dengan senyuman dan katakan hal-hal positif seperti "mencari kesempatan yg lebih baik untuk berkembang", "mencari tantangan baru", dan sejenisnya.

3. Apa pengalaman anda di bidang ini?

Kalau anda fresh graduate dan ngga punya pengalaman sama sekali, jawab aja dengan jujur. Tapi tambahkan statement bahwa anda adalah orang yang senang mempelajari hal-hal/tantangan baru dan seorang fast learner. Kalau anda ngga punya pengalaman di bidang itu (tp punya pengalaman di bidang lain), jawab aja senyambung mungkin.

Contoh: Anda ngelamar di bidang Marketing sementara pengalaman anda di Public Relation. Jawab aja kalau anda punya basic excellent communication skill sewaktu bekerja sebagai PR yang pastinya merupakan modal untuk berinteraksi/communicate with customers.

4. Apa yang anda ketahui tentang perusahaan ini?

Pertanyaan ini juga lumayan sering ditanyakan. That's why sangat penting untuk melakukan background checking pada perusahaan yang anda lamar. Bergerak dibidang apakah perusahaan itu? Bagaimana pencapaiannya? Range Marketnya?, dll. Informasi tsb bisa didapatkan via internet, company website/profile, atau lebih bagus lagi dari "orang dalam" yg bekerja di perusahaan tsb.

5. Apakah anda sedang melamar di perusahaan lain selain disini?

Jawab dengan jujur, tp jangan bahas kelamaan. Tetap fokus pada interview anda yang sekarang ini.

6. Kenapa anda ingin bekerja di perusahaan ini?

Jawaban atas pertanyaan ini harus dipikirkan dulu dan juga harus didasari oleh "background checking" yg sudah anda lakukan ttg perusahaan tsb. Ketulusan menjawab bakal keliatan banget di pertanyaan ini. So, jawablah dengan jawaban yg berhubungan dengan tujuan karir anda jangka panjang.

7. Apakah anda ada kenalan di perusahaan ini?

Hati-hati ngejawab yg satu ini. Pada beberapa perusahaan tertentu ada kebijakan-kebijakan mengenai hal ini. So, kalau memang lowongan tersebut anda ketahui dari teman/keluarga, tanyakan dulu kepada mereka mengenai kebijakan di perusahaannya.

8. Berapa gaji yang anda inginkan?

Kalau casenya si interviewer ngga ngasih tau range gajinya, yah terpaksa anda harus kasih range gaji yang anda inginkan. Untuk penetapan range ini, pertimbangkan segi biaya transportasi, uang makan, tunjangan kesehatan, gaji sebelumnya, job description nantinya.

9. Apakah anda bisa bekerja dalam tim?

Selalu jawab IYA. This will add your plus points. Jangan lupa siapkan contoh kalau ditanya buktinya apa.

10. Jika anda diterima bekerja disini, berapa lama anda berencana untuk bekerja?

"Saya ingin bekerja untuk waktu yang lama. Atau selama kedua belah pihak merasa bahwa saya melakukan pekerjaan saya dengan baik"

11. Jelaskan mengapa perusahaan kami harus mempekerjakan anda?

Jawab dengan semangat, percaya diri, dan antusias. Ini kesempatan bagus untuk "ngejual" diri anda. Katakan hal2 positif ttg diri anda yang dibutuhkan dan bisa menunjang kemajuan perusahaan. Berikan beberapa alasan termasuk skill, pengalaman, dan interest anda.

12. Apa saja kekuatan diri anda? (Your greatest strength)

Kuncinya tetap berpikiran positif. Contoh-contoh yang bisa dipakai: kemampuan anda untuk me-manage skala prioritas, kemampuan untuk fokus pada pekerjaan, kemampuan untuk bekerja di bawah tekanan, kemampuan anda dalam pemecahan masalah, kemampuan dalam memimpin team, dll.

13. Apakah anda bersedia untuk bekerja lembur/bermalam/di akhir minggu?

Jawab sejujur-jujurnya

14. Apakah anda ada pertanyaan?

Selalu siapkan satu dua pertanyaan untuk menimbulkan kesan positif. Misalnya seperti seputar job description, ruang lingkup kerja, market perusahaan, dll.

Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan Saat Wawancar /Interview I

1. Menurut anda, apakah anda termasuk orang sukses?
Pertanyaan ini WAJIB dijawab IYA disertai dengan penjelasan singkat.

Misalnya: "Saya punya target dan tujuan² dalam hidup, dan saat ini saya sudah berada di dalam jalur pencapaian tujuan² tersebut. I'm on the right track!"

2. Apa penilaian rekan kerja anda tentang anda?

Ambil yang positif aja. COntohnya: "Teman saya di perusahaan saya yang sebelumnya selalu berkata bahwa saya adalah seseorang yang idealis dan perfeksionis dalam bekerja."

3. Hal-hal apa yang anda lakukan selama setahun terakhir ini untuk meningkatkan kemampuan diri anda?

Sebaiknya sih jangan ngarang karena nanti akan dituntut buktinya. Pertanyaan ini bisa dijawab seperti ini: "Saya mengikuti seminar A, training B, banyak membaca buku pengembangan diri, ikut kegiatan sosial, ikut organisasi, dll"

4. Apakah anda pernah di PHK?

Jika tidak bilang tidak. Jika iya, jujur aja.dan jawab dengan singkat tanpa ngejelek-jelekin perusahaan/mantan bos yg mem-PHK anda, dan juga jangan "menjatuhkan" citra diri anda secara terang-terangan.

5. Ceritakan mengenai pekerjaan impian anda.

Jangan jawab jenis pekerjaan secara spesifik. Lebih baik tetap bersikap "umum" dengan jawaban seperti: Pekerjaan yang saya cintai, atmosfir lingkungan kerja yang mendukung, pekerjaan dimana saya bisa menyalurkan kreatifitas dan inovasi saya, dst."

6. Mana yang lebih penting: uang atau pekerjaan?

Tidak ada jawaban yang lebih baik dari: "Uang selalu penting; tapi pekerjaan adalah yang terpenting"

Tips Cara Mengirim Surat Lamaran Kerja dan CV

01. Mengirimkan via E-mail

- Pastikan surat lamaran beserta CV anda terlihat bagus di layar monitor computer.
- Scan semua dokumen pelengkap yang diminta oleh perusahaan seperti transkrip nilai, ijazah, foto dan lain-lain.
- Gunakan word document atau .pdf file pada saat anda mengirimkan attachment dokumen tersebut. Pdf file dipakai dengan menggunakan program Adobe Acrobat.
- Bersikap profesional dengan memakai e-mail yang memakai nama Anda. Misal Udin@yahoo.com . Jangan menggunakan sesuatu yang mungkin lucu di dunia pergaulan tetapi terlihat sangat tidak profesional di dunia kerja seperti babinakal@yahoo.com

02. Mengirimkan via Pos

- Gunakan amplop yang lebih besar ukurannya dari dokumen Anda. Hindari melipat dokumen kedalam amplop kecil. Kirim surat lamaran dan CV dalam amplop ukuran A4.
- Ketiklah nama dan alamat perusahaan dengan rapi.
- Jangan lupa mencantumkan kode posisi yang diminta oleh perusahaan.
- Pastikan hasil print dokumen Anda terlihat rapi.
- Jangan mengirimkan versi asli dokumen penting seperti ijazah, KTP, dll. Kirimkan fotokopi dokumen penting tersebut.
- Jika perusahaan meminta dokumen penunjang selain ijazah seperti surat keterangan kelakuan baik, surat keterangan kesehatan, surat referensi dan lain-lain kirimkan sesuai permintaan.


Tips Sukses Membuat Curriculum Vitae

1. Wajah CV.

Siapa yang tidak menyukai wajah cantik atau penampilan menarik? perumpamaan itupun berlaku ketika anda membuat CV. Sekalipun anda pintar dan profesional, perekrut tak akan tertarik membaca CV anda jika terlihat tidak menarik. Karenanya, kertas dan huruf adalah hal yang perlu diperhatikan dengan seksama untuk memastikan CV anda dibaca sampai selesai.

a. Kertas :
Jangan menggunakan kertas bergaris, berwarna atau yang desainnya meriah. Kesan yang timbul dengan menggunakan kertas jenis ini adalah : tidak profesional dan kuno. Sebaiknya gunakan kertas HVS putih polos dan ketik lamaran anda menggunakan komputer.

Jangan pernah mengirimkan fotokopi CV, karena anda akan dianggap tidak menghargai perusahaan yang anda lamar. Biasakan mengeprint beberapa set CV anda sekaligus, sehingga anda tak akan kerepotan ketika tiba-tiba harus mengirim lamaran.

b. Huruf :

Usahakan mengetik CV anda dengan komputer, karena akan lebih terjamin kerapihannya dibanding kalau anda menggunakan mesin tik manual. Untuk jenis huruf yang pantas dalam pengetikan CV, gunakan pilihan huruf yang sederhana tapi jelas terbaca, misalnya: Arial atau Times New Roman. Jangan memilih huruf yang membuat efek ukiran, karena akan memusingkan orang yang membacanya dan mengesankan anda seorang amatiran. Gunakan tinta hitam.

2. Isi CV

Untuk 'menjual' diri anda pada perusahaan yang anda lamar, sebaiknya kemukakan hal-hal yang pantas diketahui. Adalah hal yang mutlak untuk menampakkan kejujuran dalam CV anda, tetapi bukan berarti anda mengobral diri anda dengan menuliskan hal-hal yang tidak perlu, misalnya tinggi dan berat badan, kondisi kesehatan atau jumlah anak.

a. Data diri :

Pada bagian ini jelaskanlah hal-hal yang secara prinsip harus diketahui perusahaan tempat anda melamar, yaitu: nama lengkap, tempat/tanggal lahir, alamat dan nomor telepon.

b. Pendidikan:

Pada bagian ini yang perlu disebutkan adalah sertifikat yang berkaitan dengan pendidikan formal anda, nama lembaga pendidikan tempat anda pernah menimba ilmu, bidang studi, prestasi, penghargaan atau kursus yang signifikan dengan pendidikan anda. Kalau anda pernah mendapatkan beasiswa, penghargaan sebagai pemenang lomba karya tulis atau pernah kursus bahasa asing atau komputer, maka tuliskanlah dengan singkat dan jelas.

c. Pengalaman Kerja :

Sebutkan dengan singkat dan jelas di perusahaan mana saja anda pernah bekerja. Jika anda pernah bekerja kurang dari enam bulan di suatu perusahaan, sebaiknya jangan ditulis kecuali ada hal khusus yang anda yakini baik untuk perkembangan karir anda.

Tuliskan dengan singkat apakah anda pernah mempunyai prestasi di tempat kerja anda yang lama. Hindari untuk menyebutkan nama bos anda yang lama atau nomor telephone perusahaan anda yang lama.

d. Aktivitas dan keterampilan khusus:

Point ini sifatnya tidak harus. Jika anda memang mempunyai kegiatan atau keterampilan yang memang mendukung, tuliskanlah. Misalnya: mengikuti perkumpulan filateli, sekretaris atau punya keterampilan menulis steno, manajemen dll.

e. Minat :

Sebutkan dengan singkat minat anda yang anda yakin positif dan signifikan untuk peningkatan karir anda.

Jika anda kesulitan dalam menyusun CV anda supaya lebih menarik, maka tidak
ada salahnya kalau minta bantuan konsultan CV Builder yang berpengalaman.

Tips Menulis CV Yang Efisien Dan Efektif

1. Data pribadi. nama, usia, jenis kelamin, status

2. Riwayat pendidikan. Tulis pendidikan terakhir saja.Tidak perlu dirunut dari TK.Jika anda lulusan S1, tulis pendidikan terakhir anda di universitas saja

3. Riwayat pengalaman kerja. Diawali dengan pekerjaan terakhir lalu diikuti dengan pekerjaan-pekerjaan sebelumnya.

4. Keahlian. cantumkan kursus-kursus yang pernah anda ikuti, yang tentu saja relevan dengan pekerjan yang anda lamar

5. Kualifikasi. antara lain penghargaan yang pernah anda peroleh.

6. Aktifitas. ekstrakurikuler yang relevan.

7. Keanggotaan professional yang sebaiknya dihindari dalam CV.

8. Agama, suku afiliasi, keangotaan parpol dan sejenisnya. Hal ini menghindari perlakuan diskriminatif terhadap anda oleh penyeleksi maupun kesan yang ditimbulkan penyeleksi terhadap anda.

9. Permintaan besarnya gaji. Pada beberapa iklan lowongan, kadangkala memang diminta untuk dicantumkan.Jika demikian halnya, cobalah untuk memberi batas-antara sekian sampai sekian- atau disesuaikan dengan kebijakan perusahaan.